Menghadapi kondisi atlet yang mengalami kekakuan otot menjelang pertandingan, atau sering disebut dengan istilah start koorts, diperlukan penanganan massage yang bersifat preparatif dan preventif untuk mengoptimalkan fase warming up. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memberikan manipulasi Effleurage (melulut) secara ringan dengan arah gerakan centripetal atau menuju ke jantung. Tujuan dari tahapan ini adalah untuk menenangkan sistem saraf atlet serta menyiapkan kondisi otot agar lebih lentur dengan cara melancarkan peredaran darah, sehingga tegangan otot yang berlebihan dapat diminimalisir. Selanjutnya, masseur dapat memberikan teknik Petrissage (pijatan) ringan guna membantu meningkatkan elastisitas otot yang kaku tersebut. Setelah otot mulai terasa lebih rileks, langkah berikutnya adalah memberikan rangsangan pada area punggung dan persendian menggunakan teknik Friction (gerakan menggerus) dan Rolling. Tahapan ini bertujuan untuk memberikan efek stimulasi pada jaringan otot dan sendi agar siap menghadapi beban kerja yang berat saat pertandingan dimulai. Dalam pelaksanaannya, seorang masseur harus sangat memperhatikan dosis dan tekanan manipulasi; tekanan dimulai dari tingkatan halus atau ringan untuk mendeteksi kelainan jaringan, kemudian ditingkatkan secara bertahap ke tekanan sedang agar dapat menjangkau lapisan otot yang lebih dalam. Dengan urutan manipulasi yang tepat dan irama yang terkontrol, massage ini tidak hanya membantu menghilangkan sisa pembakaran yang menyebabkan kekakuan, tetapi juga memberikan efek psikologis yang menenangkan bagi atlet sebelum memasuki arena.
Ananda Dwi Agustin (23060430028)
The cut-off date for posting to this forum is reached so you can no longer post to it.