Topic outline

  • General

  • MINGGU (1) - PERTEMUAN (1) - PENGANTAR PERKULIAHAN

    Pertemuan-1 diselenggarakan secara sinkron melalui platform: Zoom meeting yang link-nya dibagikan melalui ketua/koordinator kelas.

    Sebelum Anda mempelajari materi perkuliahan, silakan Anda mencermati file RPS dan kontrak perkuliahan yang telah disampaikan dosen pada pertemuan-1. 

  • MINGGU (1) - PERTEMUAN (2) - TOPIK 1: KONSEP DASAR MANAJEMEN PENDIDIKAN

    Manajemen pendidikan mendukung dan memfasilitasi kegiatan pendidikan baik secara langsung maupun tidak langsung. Kegiatan pendidikan yang didukung dengan manajemen pendidikan yang baik, akan mendapatkan hasil yang baik sehingga tujuan pendidikan yang ditargetkan dapat tercapai. Dengan mempelajari manajemen pendidikan dengan baik, diharapkan seseorang dapat mengelola sumber daya secara efisien, misalnya sumber daya yang berupa pembiayaan, waktu dan lain sebagainya. Dengan mempelajari manajemen pendidikan secara berkesinambungan dan secara sungguh-sungguh, diharapkan seseorang dapat mengefektifkanproses dan sumber daya yang dikelola untuk mencapai tujuan dengan optimal.

    Tatap muka ini menyajikan materi tentang Konsep Dasar Manajemen Pendidikan dengan pembahasan mengenai:

    1. Pengertian manajemen pendidikan

    2. Uraian tujuan dan manfaat manajemen pendidikan

    3. Jabaran ruang lingkup manajemen pendidikan

    Pertemuan - 2 Perkuliahan Manajemen Pendidikan akan diselenggarakan secara sinkron melalui platform: Zoom meeting yang link-nya dibagikan melalui ketua/koordinator kelas. Materi disampaikan oleh dosen.

  • MINGGU (2) - PERTEMUAN (3) DAN (4) - TOPIK 2: MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH

    Salah satu ciri sekolah yang bermutu adalah dapat merespon kepercayaan masyarakat, artinya bagaimana pihak sekolah mampu memberikan pelayanan yang terbaik bagi peserta didik sehingga menghasilkan anak didik bermutu dalam segala hal. Salah satu strategi manajerial yang dikembangkan untuk menjamin sebuah organisasi sekolah memiliki daya tahan dan daya hidup dari masa sekarang dan berkelanjutan sampai masa yang akan datang yaitu dengan analisis SWOT.
    Tatap muka ini menyajikan materi tentang Manajemen Berbasis Sekolah (School Based Management) dengan pembahasan mengenai:
    1. Konsep manajemen berbasis sekolah (Pertemuan-3) 
    2. Analisis SWOT di SMK (Pertemuan-4)
    Pertemuan - 3 Perkuliahan Manajemen Pendidikan akan diselenggarakan secara sinkron melalui platform: Zoom meeting yang link-nya dibagikan melalui ketua/koordinator kelas. Materi disampaikan oleh dosen mengenai Manajemen Berbasis Sekolah (MBS).
    Pertemuan - 4 Perkuliahan Manajemen Pendidikan akan diselenggarakan secara asinkron melalui platform: BeSmart (forum diskusi). Perkuliahan berupa penugasan terstruktur (analisis SWOT di SMK). 
  • MINGGU (3) - PERTEMUAN (5) - TOPIK 3: MANAJEMEN KURIKULUM

    Manajemen kurikulum adalah sebuah bentuk usaha atau upaya bersama untuk memperlancar pencapaian tujuan pengajaran khususnya usaha meningkatkan kualitas interaksi belajar mengajar. Dalam upaya – upaya tersebut diperlukan adanya evaluasi, perencanaan, dan pelaksanaan yang merupakan satuan rangkaian yang tidak dapat dipisahkan.

    Tatap muka ini menyajikan materi tentang Manajemen Kurikulum dengan pembahasan mengenai:

    1. Konsep pengelolaan kurikulum
    2. Prinsip dan fungsi pengelolaan kurikulum
    3. Komponen dan tahapan pengelolaan kurikulum
    4. Silabus dan RPP
    5. Analisis kompetensi
    6. Kurikulum muatan lokal
    Pertemuan - 5 Perkuliahan Manajemen Pendidikan akan diselenggarakan secara sinkron melalui platform: Zoom meeting yang link-nya dibagikan melalui ketua/koordinator kelas. Materi disampaikan oleh Kelompok #1 melalui presentasi dengan PPT secara live. 

  • MINGGU (3) - PERTEMUAN (6) - TOPIK 4: MANAJEMEN PESERTA DIDIK

    Menurut Suharmisi Arikunto, peserta didik adalah siapa saja yang terdaftar sebagai objek didik di suatu lembaga pendidikan. Manajemen peserta didik sangatlah dibutuhkan karena peserta didik merupakan subjek sekaligus objek dalam proses transformasi ilmu dan keterampilan. Keberhasilan dalam penyelenggaraan pendidikan akan sangat bergantung dengan perkembangan potensi fisik, kecerdasan intelektual, sosial, emosional, dan kejiwaan peserta didik. Manajemen peserta didik merupakan penataan dan pengaturan terhadap kegiatan yang berkaitan dengan peserta didik, mulai dari masuk sampai dengan keluar dari suatu lembaga pendidikan.

    Perkuliahan ini menyajikan materi tentang Manajemen Peserta Didik dengan pembahasan mengenai:

    1. Pengertian dan ruang lingkup manajemen peserta didik
    2. Penerimaan siswa baru
    3. Ketatausahaan siswa
    4. Layanan khusus bagi siswa
    5. Pencatatan prestasi belajar

    Pertemuan - 6 Perkuliahan Manajemen Pendidikan akan diselenggarakan secara asinkron melalui platform: BeSmart : Forum Diskusi. Materi (teori, kasus, dan analisis kasus) disampaikan oleh Kelompok #2 melalui presentasi dengan PPT bersuara yang disimak oleh kelompok lain/non-presenter. 

     

  • MINGGU (4) - PERTEMUAN (7) - TOPIK 5A: MANAJEMEN PERSONALIA PENDIDIKAN - BAGIAN 1

    Personalia pendidikan merupakan semua pihak yang terlibat dalam tugas-tugas pendidikan, yang dapat dibedakan menjadi pendidik dan tenaga kependidikan. Pada level satuan pendidikan, pendidik adalah guru. Sedangkan tenaga kependidikan, misalnya adalah pegawai tata usaha, pustakawan, laboran, cleaning service, dll. Manajemen personalia pendidikan atau pendidik dan tenaga kependidikan mencakup komponen perencanaan, pengadaan, penempatan, pemeliharaan, pembinaan, penilaian, dan pemberhentian.

    Tatap muka ini menyajikan materi tentang Manajemen Personalia Pendidikan (Bagian-1) dengan pembahasan mengenai:

    1. Perencanaan dan pengadaan tenaga pendidik dan kependidikan

    2. Pembinaan dan pengembangan tenaga pendidik dan kependidikan

    Pertemuan - 7 Perkuliahan Manajemen Pendidikan akan diselenggarakan secara sinkron melalui platform: Zoom meeting yang link-nya dibagikan melalui ketua/koordinator kelas. Materi disampaikan oleh Kelompok #3 melalui presentasi dengan PPT secara live. 

  • MINGGU (4) - PERTEMUAN (8) - TOPIK 5B: MANAJEMEN PERSONALIA PENDIDIKAN - BAGIAN 2

    Personalia pendidikan merupakan semua pihak yang terlibat dalam tugas-tugas pendidikan, yang dapat dibedakan menjadi pendidik dan tenaga kependidikan. Pada level satuan pendidikan, pendidik adalah guru. Sedangkan tenaga kependidikan, misalnya adalah pegawai tata usaha, pustakawan, laboran, cleaning service, dll. Manajemen personalia pendidikan atau pendidik dan tenaga kependidikan mencakup komponen perencanaan, pengadaan, penempatan, pemeliharaan, pembinaan, penilaian, dan pemberhentian.

    Tatap muka ini menyajikan materi tentang Manajemen Personalia Pendidikan (Bagian 2) dengan pembahasan mengenai:

    3. Penilaian tenaga pendidik dan kependidikan

    4. Pemberhentian tenaga pendidik dan kependidikan

    Pertemuan - 8 Perkuliahan Manajemen Pendidikan akan diselenggarakan secara asinkron melalui platform: BeSmart : Forum Diskusi. Materi (teori, kasus, dan analisis kasus) disampaikan oleh Kelompok #4 melalui presentasi dengan PPT bersuara yang disimak oleh kelompok lain/non-presenter. 

     

  • MINGGU (5) - PERTEMUAN (9) - TOPIK 6: MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN

    Sarana dan prasarana pendidikan adalah semua fasilitas yang diperlukan dalam proses pembelajaran baik yang bergerak maupun tidak bergerak agar pencapaian tujuan pendidikan dapat berjalan dengan lancar, efektif, teratur, dan efisien (Arikunto & Yuliana, 2008). Misalnya saja ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, meja, kursi, media pembelajaran, dll.

    Tatap muka ini menyajikan materi tentang Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan dengan pembahasan mengenai:

    1. Pengertian dan ruang lingkup pengelolaan sarpras pendidikan.

    2. Pengadaan sarpras pendidikan.

    3. Pengaturan dan penggunaan sarpras pendidikan.

    4. Tata cara penghapusan atau pemusnahan barang.

    Pertemuan - 9 Perkuliahan Manajemen Pendidikan akan diselenggarakan secara sinkron melalui platform: Zoom meeting yang link-nya dibagikan melalui ketua/koordinator kelas. Materi disampaikan oleh Kelompok #5 melalui presentasi dengan PPT secara live. 

  • MINGGU (5) - PERTEMUAN (10) - TOPIK 7 : MANAJEMEN PEMBIAYAAN PENDIDIKAN

    Keuangan dan pembiayaan merupakan sumber daya yang akan sangat menunjang efektivitas dan efisiensi pengelolaan pendidikan. Terselenggaranya pendidikan salah satunya ditentukan oleh adanya dana yang tersedia, sehingga pengelolaan keuangan dan pembiayaan pendidikan menjadi hal yang penting untuk dipahami.

    Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal
    yang menyelenggarakan pendidikan kejuruan pada jenjang pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja di bidang tertentu. Pemerintah sendiri sejak Juli 2005 memiliki program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Reguler yang pada dasarnya adalah program Pemerintah Pusat untuk penyediaan pendanaan biaya operasional bagi Sekolah yang bersumber dari dana alokasi khusus nonfisik. SMK yang merupakan jenjang pendidikan menengah kejuruan pun memperoleh alokasi dana BOS Reguler ini.

    Tatap muka ini menyajikan materi tentang Manajemen Pembiayaan Pendidikan dengan pembahasan mengenai:

    1. Konsep pengelolaan biaya pendidikan

    2. Perencanaan biaya pendidikan / RKAS BOS Reguler SMK 2021

    3. Pelaksanaan pengelolaan biaya pendidikan / Pemahaman Juknis BOS Reguler SMK 2021

    4. Laporan pengelolaan biaya pendidikan / Laporan BOS Reguler SMK 2021

     

    Pertemuan - 10 Perkuliahan Manajemen Pendidikan akan diselenggarakan secara asinkron melalui platform: BeSmart : Forum Diskusi. Materi (teori, kasus, dan analisis kasus) disampaikan oleh Kelompok #6 melalui presentasi dengan PPT bersuara yang disimak oleh kelompok lain/non-presenter. 

  • MINGGU (6) - PERTEMUAN (11) - TOPIK 8 A: MANAJEMEN HUMAS LEMBAGA PENDIDIKAN DENGAN MASYARAKAT

    Bidang Humas memang sering kali dipandang sebelah mata. Padahal tugas Humas di lembaga, teruama sekolah sangatlah krusial.  Menurut Kepala Bagian Kebijakan dan Program Kehumasan Pemprov Jabar, Ade Sukalsah (2017) ada tiga inti fungsi Humas yang cukup penting, yaitu menjadi corong informasi program, kegiatan, prestasi apapun yang bersifat sensitif. Kemudian, biasanya di sekolah itu dinamika persoalannya tinggi, maka di sinilah fungsi humas dalam mengelola dan menyelesaikan krisis, agar tidak langsung mencuat ke publik. Lalu, terkait dengan prestasi atau penghargaan yang diterima sekolah, maka peran Humas yakni untuk menjaga citra sekolah tersebut. Keterlibatan partisipasi masyarakat pada sekolah sangat penting. Tanpa partisipasi masyarakat, sekolah hanya akan merupakan oraganisasi yang kering dan tidak dapat memenuhi kebutuhan dan tujuan masyarakat. Partisipasi masyarakat memiliki kewenangan dalam segala aspeknya (Rahmat, 2016).

    Tatap muka ini menyajikan materi tentang Manajemen Humas Lembaga Pendidikan dengan Masyarakat dengan pembahasan mengenai:

    1. Konsep pengelolaan humas pendidikan

    2. Teknik komunikasi pendidikan

    3. Konflik dan teknik negosiasi antara pihak sekolah dan masyarakat

    Pertemuan -11 Perkuliahan Manajemen Pendidikan akan diselenggarakan secara sinkron melalui platform: Zoom meeting yang link-nya dibagikan melalui ketua/koordinator kelas. Materi disampaikan oleh Kelompok #7 melalui presentasi dengan PPT secara live. 

  • MINGGU (6) - PERTEMUAN (12) - TOPIK 8 B: MANAJEMEN HUMAS - BURSA KERJA KHUSUS (BKK)

    Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai sub sistem pendidikan nasional yang bertanggungjawab dalam penyiapan SDM tingkat menengah yang handal, berorientasi kepada kebutuhan pasar harus mampu mengembangkan inovasi untuk mempengaruhi perubahan kebutuhan pasar sehingga dapat mewujudkan kepuasan pencari kerja. BKK SMK merupakan salah satu komponen penting dalam mengukur keberhasilan pendidikan di SMK, karena BKK menjadi lembaga yang berperan mengoptimalkan penyaluran tamatan SMK dan sumber informasi untuk pencari kerja. Pemberdayaan BKK SMK merupakan salah satu fungsi dalam manajemen sekolah yaitu sebagai bagian pembinaan terhadap proses pelaksanaan kegiatan BKK SMK yang telah direncanakan dalam upaya mencapai tujuan pendidikan SMK. BKK SMK merupakan salah satu komponen pelaksanaan pendidikan sistem ganda, karena tidak mungkin bisa dilaksanakan proses pembelajaran yang mengarah kepada kompetensi jika tidak ada pasangan industri/usaha kerja, sebagai lingkungan kerja dimana siswa belajar keahlian dan profesional serta etos kerja sesuai dengan tuntutan dunia kerja.

    Bursa Kerja Khusus (BKK) adalah sebuah lembaga yang dibentuk di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri dan Swasta, sebagai unit pelaksana yang memberikan pelayanan dan informasi lowongan kerja, pelaksana pemasaran, penyaluran dan penempatan tenaga kerja, merupakan mitra Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. (sumber: http://psmk.kemdikbud.go.id/bkk)

    Tatap muka ini menyajikan materi tentang Manajemen Humas yang khusus membahas mengenai Bursa Kerja Khusus (BKK)

    Pertemuan - 12 Perkuliahan Manajemen Pendidikan akan diselenggarakan secara asinkron melalui platform: BeSmart : Forum Diskusi. Materi (teori, kasus, dan analisis kasus) disampaikan oleh Kelompok #8 melalui presentasi dengan PPT bersuara yang disimak oleh kelompok lain/non-presenter. 

  • MINGGU (7) - PERTEMUAN (13) - TOPIK 9: KETATALAKSANAAN LEMBAGA PENDIDIKAN

    Tata laksana lembaga pendidikan, seringkali disamakan dengan administrasi sekolah.

    Tatap muka ini menyajikan materi tentang Ketatalaksanaan Lembaga Pendidikan dengan pembahasan mengenai:

    1. Konsep dasar dan fungsi ketatalaksanaan lembaga pendidikan.

    2. Prosedur penataan ketatalaksanaan lembaga pendidikan.

    3. Sistem informasi manajemen lembaga pendidikan.

    Pertemuan -13 Perkuliahan Manajemen Pendidikan akan diselenggarakan secara sinkron melalui platform: Zoom meeting yang link-nya dibagikan melalui ketua/koordinator kelas. Materi disampaikan oleh Kelompok #9 melalui presentasi dengan PPT secara live. 

  • MINGGU (7) - PERTEMUAN (14) - TOPIK 10: KEPEMIMPINAN DAN SUPERVISI PENDIDIKAN

    Eksistensi kepala sekolah pada suatu lembaga pendidikan merupakan salah satu kunci dan dituntut mampu mengkondisikan iklim kerja professional. Keberhasilan sebuah sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah tidak bisa lepas dari kepemimpinan seorang kepala sekolah. Walaupun keberhasilan yang dicapai tersebut merupakan hasil kinerja seluruh komponen yang ada di dalam sekolah, namun tentu yang paling menentukan bagi keberhasilan tersebut tiada lain kuncinya ada pada kepala sekolah sebagai pucuk pimpinan pengendali sekolah (Hanafiah, 2018). Kepala sekolah berperan sebagai pemimpin yang dituntut memiliki leadership sekaligus menjalankan peran sebagai supervisor.

    Tatap muka ini menyajikan materi tentang Kepemimpinan dan Supervisi Pendidikan dengan pembahasan mengenai:

    1. Dasar-dasar kepemimpinan pendidikan

    2. Konsep dasar supervisi pendidikan

    3. Jenis-jenis supervisi pendidikan

    4. Teknik-teknik supervisi pendidikan

    Pertemuan - 14 Perkuliahan Manajemen Pendidikan akan diselenggarakan secara asinkron melalui platform: BeSmart : Forum Diskusi. Materi (teori, kasus, dan analisis kasus) disampaikan oleh Kelompok #10 melalui presentasi dengan PPT bersuara yang disimak oleh kelompok lain/non-presenter. 

  • MINGGU (8) - PERTEMUAN (15) - TOPIK 11: ANALISIS RKAS DI SMK

    Berdasarkan Permendiknas No. 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan, setiap sekolah pada semua jenjang pendidikan, harus menyusun Rencana Kerja Sekolah (RKS) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS).

    Pada pertemuan ini, Anda akan diajak untuk mempelajari RKAS, serta menganalisis contoh RKAS suatu sekolah apakah telah sesuai dengan pedoman penyusunan terutama yang menggunakan dana BOS atau belum sesuai.

  • MINGGU (8) - PERTEMUAN (16) - TOPIK 12: ANALISIS RENSTRA DI SMK

    Rencana Strategis Direktorat Pembinaan SMK (PSMK) tahun 2015 - 2019 disusun berdasarkan UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Nawacita, Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015—2019, serta Permendikbud No. 22 Tahun 2015 tentang Rencana Strategis 2015-2019. Renstra Direktorat PSMK 2015 – 2019 memiliki peran yang sangat penting dan strategis mengingat bahwa Direktorat PSMK ini merupakan salah satu pelaksana kebijakan Wajib Belajar 12 Tahun. Renstra Direktorat PSMK disusun untuk dapat menampung perubahan susunan organisasi yang terjadi serta dinamika pendidikan menengah kejuruan pada saat ini dan yang akan datang.

    Pada pertemuan ini akan kita bahas terkait Rencana Strategis (Renstra) salah satu sekolah yang akan dianalisis oleh seluruh mahasiswa.