Mata kuliah ini memberikan kemampuan mahasiswa untuk berkreasi dan atau menciptakan produk kriya tekstil (dengan teknik makrame, anyam, tenun, tapestri, sablon, sulam/bordir, ikat celup, dan beberapa teknik jahit) berupa bahan sandang, perlengkapan rumah tinggal, dan atau perkantoran. Materi perkuliahan mencakup melakukan eksplorasi, perencanaan (merancang bentuk, ornamen, warna, dan teknik), dan perwujudan karya (berupa tahapan pembuatan karya dari persiapan alat dan bahan, pembuatan pola, proses makrame, anyam, tenun, tapestri, sablon, sulam/bordir, ikat celup, dan beberapa teknik jahit, dan penyelesaian akhir). Kegiatan belajar mengajar dilaksanakan dengan perkuliahan teori dan praktek. Evaluasi dilakukan dengan  karya harian dan pameran bersama

Mata kuliah Kriya Tekstil Hias Permukaan ini memberikan kemampuan mahasiswa mencipta tiga karya tekstil bahan sandang atau perlengkapan rumah tinggal atau perkantoran (taplak meja, sajadah, gorden, tirai, partisi ruangan, hiasan dinding) dengan menggunakan bahan dan teknik berbeda. Adapun yang dimaksud tiga karya tersebut adalah: 1) Produk kriya tekstil dengan teknik ikat celup; 2). Produk kriya tekstil dengan teknik sulam (pita atau benang); 3). Produk kriya tekstil dengan teknik sablon (printing). Materi perkuliahan mencakup kajian kepustakaan kriya tekstil, pengetahuan bahan dan alat, proses dan teknik pembuatan, observasi/studi lapangan, pembuatan konsep, desain, pola, pembuatan karya, dan presentasi karya. Kegiatan belajar mengajar dilaksana­kan dengan perkuliahan teori dan praktik. Evaluasi dilakukan dengan tes, karya tugas harian, dan pre­sen­tasi karya.

Mata kuliah Kriya Kulit Tersamak memberikan kemampuan mahasiswa mencipta: 1) kriya kulit non-alas kaki dan non-busana berbahan kulit tersamak (dompet, tas, atau perlengkapan interior rumah tinggal); 2) alas kaki berbahan kulit tersamak (sandal, sepatu sandal, atau sepatu); dan 3) busana kulit berbahan kulit tersamak (rompi, jaket, rok, atau celana kulit). Materi perkuliahan mencakup pembuatan konsep (bersumber dari studi lapangan), desain, pola, pembuatan karya, dan presentasi karya. Kegiatan belajar mengajar dilak­sana­kan dengan perkuliahan teori dan praktik. Evaluasi dilakukan dengan tes, karya tugas harian, dan pre­sen­tasi karya.

mata kuliah keramik tradisional adalah mata kuliah keramik dasar yang membekali mahasiswa mengenai dasar-dasar keramik yaitu tentang, sejarah keramik, pengetahuan bahan keramik, pengolahan bahan dan alat-alat yang dibutuhkan untuk pembuatan keramik secara mendasar, teknik-teknik dasar dalam pembuatan keramik, pengeringan serta pembakaran tradisional

  1. DESKRIPSI MATAKULIAH

 

 Mata kuliah ini membahas dimensi teoritik ergonomi, meliputi: Prinsip dasar ergonomi, Hubungan ergonomi dan desain kriya, Antropometri,  Biomekanika, Fisiologi, Penginderaan, Psikologi, Kapabilitas manusia, Sistem kerja dan kontrol pada manusia, Kegiatan kerja dan keterampilan motoric, Kontrol manusia  terhadap system, Pencahayaan dan iklim, Kebisingan dan getaran, Perangkat dan sistem control, serta Sisitem perancangan ruang kerja. Untuk pendalaman setiap kompetensi dasar dilakukan diskusi dan penugasan secara bertahap, dengan menerapkan pendekatan Saintifik/Scientific, dan hasilnya dihimpun dalam bentuk portofolio sebagai laporan individual/kelompok.

 

  1. KOMPETENSI

 

  1. Memahami prinsip dasar ergonomi dan hubungannya dengan desain
  2. Menelaah bidang kajian ergonomik untuk faktor internal manusia sebagai objek kajian
  3. Menelaah bidang kajian ergonomik untuk faktor eksternal yang mempengaruhi manusia sebagai objek kajian
  4. Menerapkan ergonomik dalam penilaian karya kriya

 

 

  1. INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

 

  1. Mendefinisikan ergonomic
  2. Mengidentifikasi fungsi dan cakupan
  3. Menganalisis aspek-aspek ergonomic
  4. Menjelaskan prinsip-prinsip kriya sebagai seni terap

Menguraikan bentuk mengikuti fungsi

Dalam mata kuliah batik pengembangan SSK 6422 ini mahasiswa dituntut dan dituntun untuk mampu menciptakan batik dengan motif, warna, dan pola serta tampilan batik yang baru. Pengembangan batik didasarkan atas kajian sumber (konsep) batik klasik yang ada di Indonesia.

Perkuliahan ini memberikan kemampuan peserta didik tentang pengertian batik, macam-macam motif, teknik, dan metode penciptaan batik.